Fenomena alam yang menakjubkan kembali muncul di Sulawesi Tenggara. Setelah penemuan ladang emas di Kabupaten Bombana dan Kabupaten Kolaka, kini masyarakat dikejutkan dengan penemuan biji-bijian kristal yang diduga intan muncul di Kabupaten Konsel.

ribuan orang saat ini telah memadati Sungai Laeya, Desa Anduna, Kecamatan Laeya, Konawe Selatan, untuk mendulang kristal mirip intan itu. Ladang kristal inipertama kali ditemukan seorang warga desa Laeya saat hendak mencuci rotan di Sungai Laeya, dua hari sebelum lebaran.

Warga tersebut secara tidak sengaja melihat batuan kecil yang memancarkan cahaya warna-warni. Karena tertarik, dia lantas mengambil batuan itu dan membawanya pulang ke desanya. Curiga batu itu adalah intan, dia pun lantas mengetesnya dengan menggariskannya ke kaca. Hasilnya, kaca itu terbelah seketika.

Sehari setelah lebaran, informasi penemuan batuan itu langsung menyebar dengan cepat. Dalam waktu yang singkat, jalanan di sekitar Sungai Laeya langsung dipadati ribuan kendaraan roda dua dan empat. Para pendulang juga langsung membangun tenda.

��Saya cari intan sejak lebaran. Hasilnya sudah ada beberapa keping batu berbentuk kristal bercahaya,�� ujar Dedi salah seorang pendulang dari Desa Lainea kecamatan Lainea.

Menurut dia, batu yang ditemukannya sudah diuji dengan cara membelah kaca berukuran lima milimeter.

“Intan ini sudah kami uji dengan membelah kaca yang kami bawa. Hanya sekali kami gariskan, kaca tersebut langsung terbagi dua,” katanya.

Begitu juga dengan Anto, salah seorang pendulang intan dari Tinanggea. Dia mengaku mendapat informasi adanya penemuan intan di Desa Anduna dari salah seorang kerabat.

“Baru seharian saya sudah dapat beberapa biji intan,” katanya yakin.

Lain lagi dengan Neni, warga asal Boro-boro, Ranomeeto itu mengaku mendapat informasi tentang penemuan intan setelah melihat rombongan warga menuju Punggaluku dengan membawa perlengkapan seperti linggis, skopang dan ayakan pasir.

“Saya diajak teman-teman untuk mendulang intan. Lumayan hasilnya sudah ada beberapa keping, batunya seperti berlian ada cahaya ketika diterangi sinar matahari,” katanya singkat.

Kapolres Konsel, AKBP Budi Sapto mengatakan telah mengerahkan polisi untuk mengawasi aktivitas pendulangan di Desa Anduna.

“Intan yang didulang warga dari berbagai pelosok itu perlu dilakukan uji laboratorium. Jangan sampai sama kasusnya dengan batuan kristal yang ditemukan di Desa Meronga Raya, Kecamatan Tinanggea beberapa waktu lalu. Untuk itu diharapkan Dinas Pertambangan dan Energi untuk segera melakukan uji sampel di laboratorium,” ujarnya via ponsel.

Wakil Bupati Konsel H Sutoardjo Pondiu mengaku sudah meninjau lokasi pendulangan intan di Desa Anduna. Warga yang mendulang sudah mencapai ribuan orang. Namun untuk memastikan apakah itu sudah benar-benar intan, masih dibutuhkan proses pemeriksaan laboratorium.

“Dinas Pertambangan dan Energi akan mengambil sample bongkahan intan temuan warga untuk kemudian di uji di laboratorium dalam waktu singkat. Jika itu sudah tambang intan pemerintah baru akan melakukan langkah-langkah selanjutnya. Namun sebelumnya pada warga sudah diimbau dan diingatkan agar tidak langsung melakukan penambangan hingga mengancam jiwa dengan melakukan pendulangan dengan cara-cara menggali tebing,” ujarnya.