BANGKOK — Siapa pun berhak menjadi seorang politisi atau wakil rakyat. Tak peduli bagaimanapun masa lalunya. Termasuk bagi seorang Chuwit Kamolvisit yang bekas germo di Thailand ini. Berbekal keyakinan tersebut, Chuwit mencalonkan diri sebagai gubernur Bangkok. Untuk itu dia harus berkampanye di berbagai daerah.

Ternyata, hari-hari barunya di arena politik tidak bisa membuatnya menepis semua kerinduan pada masa kejayaannya saat masih aktif menjadi pengusaha jaringan panti pijat. “Ternyata politik itu sangat kotor dan sangat kasar,” ujar Chuwit Kamolvisit. “Saya lebih bahagia duduk di nightclub dengan dikeliling gadis-gadis sambil merokok dan minum brandy atau champagne. Itulah hidup yang sempurna.”

Tapi, kehidupan yang dianggap sempurna oleh Chuwit itu harus berakhir lantaran serangkaian skandal yang justru membuatnya menjadi kondang bak selebriti. Pada 2004, Chuwit dianggap sebagai pahlawan lokal. Saat itu dia membongkar korupsi yang dilakukan satuan kepolisian setempat.

Menurut pengakuan Chuwit, dia telah memberikan beberapa macam “upeti” kepada beberapa petugas polisi senior. Di antaranya, jam tangan mewah Rolex dan servis gratis. “Uang pun sampai harus diberikan dalam bak sampah, karena tidak cukup lagi bila harus dimasukkan ke dalam amplop,” tutur Chuwit.

“Saya mengatakan yang sebenarnya,” ujar politisi 47 tahun itu dalam sebuah wawancara. “Kalau Anda ingin mendengarkan kebenaran, dengarkanlah saya.”

Memang, Chuwit bukanlah kandidat yang saat ini mendapatkan dukungan paling besar. Tapi, dia mengekor di urutan kedua dalam pemilihan tersebut. Dengan begitu, sekitar 30 persen suara siap dikantonginya. Dengan bekal 30 persen tersebut, besar harapan Chuwit untuk bisa memperoleh cukup dukungan hingga bisa memenangi pemilihan yang diadakan 5 Oktober itu.

Saat masih aktif sebagai pengusaha lembah hitam tersebut, Chuwit bisa meraup penghasilan hingga THB 1 juta (Rp 285 juta) dalam semalam. Dalam usahanya tersebut, tak kurang dari 1.300 wanita menjadi pekerjanya demi mendulang sebanyak mungkin baht. Beberapa panti pijat yang dikelola Chuwit adalah Victoria’s Secret, Emmanuelle, dan Honolulu.

Di Thailand, prostitusi memang ilegal. Meskipun demikian, hal itu tetap saja tidak menekan banyaknya panti pijat. Apalagi, pihak berwenang jarang menindak tegas para pelaku dunia hitam. Kini, Chuwit adalah seorang kandidat dalam pemilihan gubernur Bangkok. Pensiun dari bisnis hitam, Chuwit sekarang mengelola sebuah hotel butik.