Setelah menjalani misi selama enam bulan di orbit Bumi, kargo antariksa pertama buatan badan antariksa Eropa (ESA) dihancurkan di atmosfer Bumi. Wahana yang diberi nama Jules Verne itu habis terbakar di atas Samudera Pasifik, Senin (30/9) malam.

Pesawat pemburu milik NASA dan ESA berhasil merekam nyala api saat wahana tersebut terbakar di atmosfer. Para astronot yang bertugas di ISS juga melaporkan kilatan api yang keluar saat wahana tersebut terbakar menembus atmosfer Bumi.

“Segala sesuatu berjalan dengan baik, terukur, dan mulus. Ini adalah bagian terakhir dari rangkaian tersebut,” ujar Simonetta di Pippo, kepala wahana ruang angkasa berawak ESA. Sebagain besar badan wahana dipastikan hancur terbakar dan kalaupun ada pecahan kecil jatuh ke lautan lepas.

Proses penghancuran wahana yang juga disebut Automatic Transfer Vehicle (ATV) itu dilakukan di bawah pengendalian penuh pusat kontrol antaraiksa ESA di Tolouse, Perancis. Untuk mengatur kecepatan dan jalur masuknya ke atmosfer, para insinyur ESA mengatur kekuatan dua buah roket (thruster) pada wahana tersebut.

Pemodelan komputer menunjukkan wahana habis terbakar pada pukul 20.46 WIB dan berada di jalur yang direncanakan. Namun, untuk memastikan semuanya berjalan dan aman masih akan dilakukan pengecekan lapangan. Pada saat melepaskan diri dari ISS beberapa hari lalu, ATV telah dipenuhi sampah antariksa.

Jules Verne merupakan wahana terbesar yang pernah dikirimkan ESA ke ruang angkasa. Ongkos pembuatan wahana yang sebesar bus kota dan sanggup membawa lebih dari 7 ton logistik tersebut menghabiskan dana 1,3 miliar dollar AS.

Wahana tersebut didesain untuk mengirim pasokan air, oksigen, dan makanan bagi para astronot yang ada di ISS sejak Eropa bergabung dalam program ruang angkasa. ESA berkomitmen membantu peluncuran logistik selama 4 kali dan ATV kedua baru akan diluncurkan pada 2010.

Dengan kemampuannya yang terbukti andal, ESA bahkan berencana memodifikasi wahana tersebut agar dapat mengirimkan orang ke ruang angkasa. Kepastian program pengembangan wahana berawak Eropa baru akan dibahas dalam pertemuan tingkat menteri di Hague, Belanda pada November mendatang.